Anime terbaru dari franchise populer TYPE-MOON, Fate/strange Fake menyajikan salah satu Holy Grail War paling kacau dan penuh trik.
Cerita Fate series kali ini berpusat di Snowfield, Amerika, oleh organisasi pemerintah AS. Tujuannya? Penelitian dan observasi. Tentu saja, pasti ada agenda terselubung sih.
Nah, karena proses pembuatannya copas dari Fuyuki, terjadilah anomali besar-besaran. Seperti adanya Heroic Spirit yang pertama terpanggil ternyata "False Servants".
Para Servant dan Master-nya adalah kumpulan duo unik, berbahaya, dan punya motivasi liar masing-masing. Yuk, kenalan satu per satu!
False Archer: Gilgamesh
Pasti sudah pada kenal. Sang King of Heroes, legenda tertua dari Uruk, yang sombong, powerful, dan punya segudang Noble Phantasm di Gates of Babylon.
Di False War ini, dia tetap si Gilgamesh yang kita tahu: menghargai yang menghormatinya dan tertarik pada hal-hal menghibur.
Uniknya, dia memandang Master barunya bukan sebagai bawahan, melainkan seperti anak yang perlu dilindungi dan dibimbing.
Tine memang seorang gadis muda dari suku pribumi yang sudah menjadi penjaga wilayah Snowfield selama ribuan tahun.
Dia mewarisi Magic Crest yang menyambungkan sirkuit magusnya dengan Ley Lines wilayah itu, memberinya kekuatan luar biasa. Sayangnya, suku dan keluarganya diusir paksa untuk persiapan Perang Cawan Palsu ini.
Motivasi Tiné jelas untuk merebut kembali tanah leluhurnya dan mengembalikan peran sukunya sebagai pelindung.
Dia mendapatkan Gilgamesh setelah membunuh magus yang awalnya memanggilnya, sebuah tindakan yang makin membuat Gilgamesh tertarik padanya.
False Lancer: Enkidu
Sahabat sejati Gilgamesh, yang diciptakan para dewa dari tanah liat untuk menantang sang Raja.
Enkidu adalah makhluk tanpa gender yang sangat menghargai kebebasan dan identitas diri. Memiliki ikatan kuat dengan alam dan semua makhluk hidup. Kekuatannya pun bersumber dari bumi.
Di Pertempuran Snowfield, Enkidu hadir dengan satu keinginan untuk bertemu dan bertarung lagi dengan sahabatnya, Gilgamesh.
Untuk Master mungkin jadi paling unik. Pada awalnya, seorang magus tak bernama menciptakan chimera serigala ini sebagai katalis untuk ritual pemanggilan. Tapi Command Seals justru muncul di tubuh serigala ini.
Enkidu pun mengakui makhluk berharga ini sebagai Master-nya yang sah. Si magus aslinya sudah mati dibunuh Faldeus.
Jadi, bayangkan duo ini: Lancer legendaris dengan master seekor serigala ajaib yang cerdas. Keren dan absurd sekaligus.
False Rider: Pale Rider
Bukan Heroic Spirit biasa, melainkan lebih mirip Demonic Spirit yang mewujudkan konsep penyakit.
Terinspirasi dari salah satu Penunggang Kuda Apokaliptik, sosoknya misterius dan tanpa kepribadian yang jelas.
Dia bertindak lebih seperti "penjaga" yang murni mengikuti keinginan dan kebutuhan Master-nya, bahkan terkadang mengambil inisiatif untuk melindunginya.
Master dari False Rider adalah gadis malang yang jadi korban eksperimen magis orang tuanya sendiri yang ambisius. Mereka memodifikasi bakteri untuk menciptakan "inang kekuatan" sempurna, dan Tsubaki adalah subjeknya.
Eksperimen menyakitkan ini membuatnya koma. Namun, di dalam koma, kesadarannya hidup di dunia mimpi yang indah.
Pale Rider hadir di sana, melindungi dunianya dan mengabulkan keinginan bawah sadarnya.
Bahkan sampai membawa orang tuanya yang kasar ke dalam mimpi itu dan mengubah mereka menjadi penuh kasih sayang. Tsubaki sama sekali tidak sadar sedang terlibat dalam perang nyata.
False Caster: Alexandre Dumas
Alexander Dumas adalah penulis Prancis yang menelurkan novel sastra klasik The Count of Monte Cristo dan The Three Muskeeters.
Hadir sebagai Caster, dia direimajinasi jadi pribadi flamboyan, doyan bersenang-senang, makan enak, dan wanita.
Di balik sikap santainya, Dumas sangat cerdas dan mengintimidasi. Kemampuan utamanya luar biasa: dia bisa menulis dan menciptakan tiruan (replika) Noble Phantasm apapun.
Orlando Reeve adalah kepala polisi metropolitan Snowfield yang serius, kalem, dan penuh teka-teki. Dia bekerja sama dengan Faldeus dan bahkan Francesca.
Ambisinya ingin bisa mengalahkan Heroic Spirits hanya dengan kekuatan manusia biasa. Caranya dengan menggunakan kekuatan Dumas untuk memproduksi massal tiruan Noble Phantasm dan mempersenjatai pasukan elitnya, Clan Calatin.
Orlando punya jaringan informan yang membuatnya selalu tahu situasi terkini.
False Assassin: No Name Assassin (Zealot)
Seorang kandidat Hassan-i-Sabbah, sang pemimpin Orde Assassin, yang dalam hidupnya adalah gadis sangat religius sampai dijuluki fanatik.
Dia begitu berpegang pada keyakinannya, sehingga saat terpanggil dan tahu Holy Grail War adalah "permainan" yang melawan imannya, dia langsung menolak.
Assassin langsung membunuh Master yang memanggilnya dengan Noble Phantasm-nya Zabaniya begitu kontrak hampir terbentuk.
Master yang memanggilnya itu Jester Karture. Seorang Dead Apostle, semacam vampir yang sebenarnya berasal dari timeline Tsukihime.
Obsesinya adalah Holy Grail untuk suatu keinginan. Awalnya dia tampak mati dibunuh Assassin-nya sendiri, tapi dia hidup kembali dengan tubuh murid-muridnya. Justru kematian itu membuatnya terobsesi pada No Name Assassin.
Master dari False Assassins terpukau oleh misteri dan kecantikannya, dan kini ingin menguliti seluruh eksistensinya.
False Berserker: Jack the Ripper
Bukan satu sosok historis yang pasti, melainkan amalgamasi dari semua legenda dan cerita tentang Jack the Ripper. Karena katalisnya cuma pisau replika, ingatannya kacau.
Dia sopan, ramah pada Master-nya, dan ingin mendapatkan Holy Grail untuk mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.
Tapi di balik sikap santunnya, tersembunyi sifat gelap yang sesuai dengan legenda pembunuh berantai itu.
Master-nya Flat Escardos sang jenius tolol. Berasal dari keluarga magus biasa, Flat adalah anak ajaib dengan sirkuit magus dan kontrol energi yang luar biasa, sampai bisa memanggil Servant tanpa ritual dan tanpa katalis asli.
Flat adalah salah satu murid berbakat dari Lord El-Melloi II, atau Waver Velvet, veteran Holy Grail War di Fate/Zero.
Fate/strange Fake menawarkan dinamika Master-Servant yang jauh dari konvensional. Dari kontrak yang gagal, master binatang, hingga duo yang saling membunuh sejak awal, semuanya mencerminkan kepalsuan dan kekacauan dari Perang Cawan yang dibuat-buat ini.
Setiap pasangan punya konflik internal, tujuan tak biasa, dan chemistry yang unik, siap untuk bertabrakan dalam pertarungan spektakuler. Perang di Snowfield ini bakal jauh lebih ngawur dan tak terduga.

